Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pengendalian BBM Bersubsidi Wajib, Agar Kuota Tak Jebol

Jakarta, 11/1/2013 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo menekankan agar pengendalian BBM bersubsidi dapat dilakukan oleh kementerian terkait, untuk menghindari kelebihan kuota 46 juta kilo liter yang disiapkan tahun ini. Karena, dampak kelebihan kuota BBM ini dapat memberikan ancaman secara fiskal.

 “Saya dengar dari ESDM sudah ada satu kajian tentang bagaimana mengendalikan BBM bersubsidi. Tentu kalo seandainya tidak bisa dikendalikan, tidak bisa dibatasi di 46 juta kilo liter, kita perlu melakukan pertemuan membahas itu. Minggu depan akan saya jadwalkan bertemu,” jelas Menkeu di Jakarta, Jumat (11/1).

Menkeu berharap, jika terjadi perubahan pada perencanaan awal mengenai pengendalian BBM bersubsidi ini, dapat dibicarakan sesegera mungkin. Karena kuota 46 juta kilo liter ini telah menjadi kesepakatan pemerintah dan DPR saat menrencanakan anggaran di tahun 2012. “Jadi kalau sekarang realisasi gak bisa dijaga, nanti kita pelajari kebijakan-kebijakan yang akan diambil apa dan kenapa sampe gak bisa jaga di bawah 46 juta kilo liter,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menkeu telah menyoroti bahwa tidak tertutup kemungkinan penyesualian harga BBM. Namun, Menkeu terus menegaskan bahwa pengendalian BBM bersubsidi merupakan hal yang lebih penting untuk dilakukan. “Kami tidak boleh tutup kemungkinan ada penyesuaian harga BBM. Tapi, kami nggak ada rencana itu karena kami ingin ada pengendalian,” katanya. (ikd)