Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pengetatan Defisit Anggaran Untuk Menekan Defisit Transaksi Berjalan

Jakarta, 25/10/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menyampaikan bahwa upaya pengetatan fiskal dilakukan pemerintah untuk menangani defisit transaksi berjalan. Hal tersebut dilakukan dengan cara menekan defisit anggaran menjadi Rp175,35 triliun, setara 1,69% terhadap PDB atau lebih rendah dari tahun 2013 yang mencapai 2,38%.

 

Kebijakan pengetatan fiskal untuk menangani isu defisit transaksi berjalan ini dinilai sejalan dengan kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). “Ini yang dilakukan Pak Agus (Gubenur Bank Indonesia) dengan menaikkan interest rate. Dan, 2014 kami membuat defisitnya (defisit anggaran) lebih kecil dari 2,4%,” ungkap Menkeu, Kamis (24/10).

Perlu untuk diketahui bahwa dalam rapat kerja antara pemerintah dan Badan Anggaran DPR yang dilakukan pada hari Rabu (23/10) malam, disepakati pendapatan negara pada tahun 2014 sebesar Rp1.667,14 triliun, sementara belanja negara untuk tahun yang sama adalah Rp1.842,49 triliun.

Untuk meningkatkan penerimaan pajak, Menkeu menuturkan bahwa tahun depan Kementerian Keuangan akan merekrut sebanyak 3.000 orang. Ekstensifikasi pajak pun dilakukan ke sektor yang selama ini belum banyak tergarap. Sementara di sisi belanja negara, pemerintah melakukan penghematan di beberapa pos, seperti belanja barang dan subsidi energi. (nic)