Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pengguna Faktur Pajak Fiktif Dipidana 3 Tahun Penjara

Jakarta, 19/05/2014 MoF (Fiscal) News - Mahkamah Agung (MA) akhirnya menjebloskan pelaku tindak pidana perpajakan Andy Wijaya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gunung Sindur pada tanggal 11 Maret 2014 lalu. Demikian disampaikan Plt. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wahju Karya Tumakaka dalam keterangan resminya pada Senin (19/5).

Eksekusi atas Andy Wijaya ini dilakukan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Cibinong berdasarkan putusan kasasi MA Nomor 1519 K/PID/2012 tanggal 13 Juni 2013 yang memutuskan Andy Wijaya bersalah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun.

Ia mengatakan, putusan kasasi MA yang dipimpin oleh Hakim Ketua Artidjo Alkostar menyatakan bahwa perbuatan Andy Wijaya yang sesuai dengan dakwaan jaksa tersebut terbukti telah menyebabkan kerugian pada pendapatan negara sebesar Rp437.324.760. Dengan putusan tersebut, maka putusan tingkat pertama dari Pengadilan Negeri (PN) Cibinong yang melepaskan tersangka dinyatakan dicabut, sehingga tersangka diganjar dengan hukuman pidana selama 3 tahun.

Ia menambahkan, perbuatan terdakwa Andy Wijaya yang dilakukan bersama Oei Nico Wijaya alias Nico Wijaya (ayah tersangka) adalah menggunakan/mengkreditkan faktur pajak tidak sah/faktur fiktif, kemudian melaporkannya dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) perusahaan PT Sagitarius Anggada Hutama. "Di mana terdakwa adalah sebagai Direktur perusahaan tersebut. PT Sagitarius Anggada Hutama adalah perusahaan bergerak di bidang usaha industri karton box yang terdaftar sebagai wajib pajak di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Cibinong," katanya.(ak)