Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pengguna LCGC yang Memakai BBM Bersubsidi Akan Kena Sanksi

Jakarta, 07/04/2014 MoF (Fiscal) News - Pemerintah berencana akan mengenakan sanksi terhadap pengguna mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) yang mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Hatta Rajasa sebagaimana dikutip dari situs resmi Kemenko Perekonomian.


Menko Perekonomian mengatakan bahwa pengenaan sanksi ditunjukan bagi pengguna LCGC, dan bukan kepada produsen LCGC. Ia menambahkan, dari awal pemerintah sudah meminta kepada produsen LCGC untuk mendesain mesin dengan spesifikasi ramah lingkungan, dengan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi. “Tentu tidak bisa terus kami memberikan sanksi kepada perusahaaan, wong perusahaannya sudah mendisain mesin untuk BBM jenis super atau pertamax, misalkan. Tapi ada orang menggunakan premium, jadi tidak bisa kita salahkan perusahaannya,” jelas Menko Perekonomian.


Senada dengan Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian (Menperin) M.S. Hidayat mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan Kementerian Keuangan sedang menyiapkan aturan baku terkait larangan penggunaan BBM bersubsidi pada mobil murah/LCGC. “Ada beberapa usulan sedang dibicarakan. Kami belum bisa menyampaikan, tapi harus ada sanksi hukum. Jadi, selain merusak mobil karena menggunakan di luar ketentuannya, juga dapat terkena sanksi,” ujarnya.


LCGC, tegas Menperin, seharusnya sudah menggunakan bensin jenis RON 92 atau pertamax, yang sesuai dengan pemanfaatan teknologi mobil tersebut. Dalam setiap buku manual LCGC, kendaraan diharuskan mengonsumsi RON 92 ke atas untuk petrol dan CN51 untuk diesel. Namun fakta di lapangan masih ada pengguna mobil LCGC yang menggunakan bensin premium.(nic)