Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Penguatan Fiskal Tanggung Jawab Bersama

Jakarta, 14/06/2013 MoF (Fiscal) News - Penguatan fiskal merupakan tanggung jawab bersama dan hal yang sangat penting. “Saat ini, sedang dibahas dan dirampungkan upaya penguatan dan penyelamatan fiskal nasional melalui penyesuaian sejumlah asumsi makro anggaran belanja dan pendapatan negara,” demikian dipaparkan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah pada Kamis (13/6) di Jakarta. 

Pihaknya berharap, pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) antara pemerintah dan DPR dapat diselesaikan sesegera mungkin. Ia juga menegaskan, permasalahan penyelamatan fiskal merupakan permasalahan negara dan bersama, dan tidak perlu menjadi persoalan politik. Oleh karenya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan apresiasi kepada DPR menyusul kesepakatan Komisi VIII DPR dengan Kementerian Sosial beberapa waktu lalu yang menyetujui usulan anggaran program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang diajukan Kementerian Sosial sebesar Rp12,009 triliun pada APBN-P 2013. 

Presiden, lanjut Firmanzah, juga menyampaikan apresiasi atas kesepakatan Badan Anggaran DPR dengan Kementerian Keuangan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Bank Indonesia (BI) pada Rabu (12/6) mengenai postur APBN-P 2013 dengan defisit 2,38 persen dan alokasi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM), elpiji (LPG), dan Bahan Bakar Nabati (BBN) sebesar Rp199,850 triliun.(ak)