Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Penguatan Rupiah Ciptakan Keseimbangan Baru

Jakarta, 11/03/2014 MoF (Fiscal) News - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap, dengan menguatnya nilai tukar rupiah, defisit neraca perdangan serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan membaik dan dapat menciptakan keseimbangan ekonomi yang tepat dan stabil.
 
Hal tersebut ia ungkapkan menyusul penguatan nilai tukar rupiah beberapa waktu terakhir ini. "Kita berharap akan ada equilibrium yang tepat dan stabil," kata Presiden saat membuka rapat terbatas kabinet yang berlangsung pada Senin (10/3).

Seperti diketahui, saat ini nilai tukar rupiah telah bergerak pada kisaran 11.500 per dolar AS. Bahkan, kata Presiden,  selama sebulan terakhir ini, nilai tukar rupiah mengalami penguatan signifikan. Sementara, beberapa bulan lalu rupiah terpuruk pada kisaran 13.000 per dolar AS.

Meskipun keadaan ekonomi Indonesia dan dunia sudah mulai membaik, Presiden mengingatkan agar pemerintah membuat rancangan yang dibangun atas dasar asumsi-asumsi dari posisi saat ini. Selain itu, pemerintah juga harus memperhatikan proyeksi untuk tahun depan  mengenai kondisi perekonomian Indonesia, regional, dan perekonomian global.(ak)