Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynotespeech dalam acara alam Rapat Kerja Nasional Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di Gedung Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) (17/01)

Pentingnya Pendidikan Tinggi Bagi Indonesia

Jakarta, 17/01/2018 Kemenkeu -Kemajuan teknologi suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan tinggi yang membantu suatu negara mencapai kemajuan teknologi melalui adaptasi dan inovasi. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang bertema Ristekdikti di Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

"Oleh karena itu, peranan pendidikan tinggi di Indonesia adalah kunci dan sangat vital dalam menentukan kemampuan bangsa Indonesia untuk terus mencapai kemajuan dan menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia," jelas Menkeu pada Rabu (17/01).

Kemajuan suatu negara untuk mengejar ketertinggalan dari negara lainnya juga sangat tergantung pada dua faktor lain yaitu kualitas institusi dan ketersediaan infrastruktur.

"Ini adalah faktor yang terus perlu dibangun di Indonesia, maka pertemuan pada hari ini yang dihadiri oleh seluruh Rektor universitas dan politeknik seluruh Indonesia menjadi semakin penting di dalam menentukan masa depan bangsa Indonesia," tambah Menkeu.

Menkeu berpesan kepada seluruh jajaran pimpinan perguruan tinggi untuk terus menciptakan generasi penerus bangsa yang dapat membangun pondasi Indonesia untuk menjadi negara maju. Karena apabila gagal, maka Indonesia akan terperangkap dalam posisi middle income atau sering disebut middle income trap.

"Peranan pendidikan tinggi yang berkualitas dan mampu mencetak manusia yang terdidik dan terpelajar, memiliki intelegensia dan keterampilan yang mampu menciptakan kemajuan di segala bidang dengan profesional dan integritas adalah di tangan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian di ruangan ini," ujarnya. (ip/in/nr)