Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Persiapan IMF-WB Annual Meetings 2018 Makin Dimatangkan

Jakarta, 13/06/2017 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur Bank Indonesia (Bank Indonesia) Agus D.W Martowardojo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka persiapan kegiatan International Monetary Fund (IMF) – World Bank (WB) Annual Meetings 2018. Rakor yang diselenggarakan pada Selasa, (13/06) di aula mezzanine gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan melibatkan berbagai Kementerian dan Lembaga (K/L).  

Menko Kemaritiman sebagai ketua penyelenggara bertugas untuk mengkoordinasikan keseluruhan antara kepanitiaan IMF-WB dimana Kemenkeu berkoordinasi dengan WB dan Bank Indonesia bekerjasama dengan IMF.

“Jadi sudah ada pembagian tugas. Saya hanya mengkoordinasikan. World Bank nanti yang urus Ibu Sri Mulyani, IMF nanti dengan Pak Agus,” ungkap Menko Kemaritiman.

Dalam rapat tersebut diluncurkan logo IMF-WB Annual Meetings 2018 dan Voyage to Indonesia (VTI) sekaligus sebagai soft launch website resmi dari event tersebut yang beralamat pada www.AM2018Bali.go.id. VTI adalah program promosional dan branding yang mendukung suksesnya perhelatan IMF-WB Annual Meetings 2018 melalui pariwisata selain program parallel/side events. Program VTI merupakan rangkaian program menuju IMF-WB AM 2018 yang dilakukan sejak 2016.

IMF-WB Annual Meetings 2018 yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 8-14 Oktober 2018 adalah pertemuan tahunan untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta rekomendasi kebijakan IMF-WB ke depan. Acara ini diikuti oleh Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota IMF-WB, pelaku utama sektor keuangan, akademisi, CSO/NGO, pers dan observer yang diperkirakan mencapai lebih dari 15.000 orang.

Hal tersebut berpotensi mendatangkan devisa yang tidak sedikit serta Foreign Direct Investment (FDI), jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Indonesia agar Indonesia dipandang sebagai kekuatan ekonomi yang telah reformasi (reformed), progresif, berdaya tahan (resilient) dan mendukung tercapainya pemerataan (inclusiveness) yang berkesinambungan (sustainaibility).

“Pemerintah Indonesia ingin memanfaatkan peluang ini untuk mempromosikan sebanyak mungkin Indonesia dan menarik sebanyak mungkin Foreign Direct Investment (FDI). Karena Indonesia sekarang sudah menjadi negara tujuan investasi yang sangat diinginkan negara lain. Semua bagus. Di Keuangan semua transparan, Bank Indonesia prudent, leadership semua transparan ke bawah. Negara ini kami manage dengan professional,” pungkas Menko Kemaritiman. (nr/rsa)