Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pertama Kali Terapkan Basis Akrual, Menkeu Berharap LKPP 2015 Dapat Opini Lebih Baik

Jakarta, 20/11/2015 Kemenkeu – Menyongsong akhir tahun anggaran, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Ditjen Perbendaharaan) akan memegang peran penting, terutama dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). Terlebih, pada tahun ini, untuk pertama kalinya LKPP akan menggunakan sistem akuntansi pemerintah berbasis akrual secara penuh.

Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro berharap, LKPP Tahun 2015 nantinya akan memperoleh opini yang lebih baik dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Target opini audit BPK atas LKPP tahun 2015, saya harapkan lebih baik, atau minimal mencapai opini yang sama dengan tahun 2014” ungkapnya dalam forum Rapat Pimpinan Nasional bertema ‘Mengawal NawaCita Mewujudkan Indonesia Sejahtera’ yang digelar oleh Ditjen Perbendaharaan pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menyoroti kondisi perekonomian dunia pada kuartal terakhir 2015 yang masih cenderung terpuruk, imbas kebijakan tapering off Amerika Serikat serta melemahnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok terhadap perekonomian Indonesia.

Menurutnya, hal tersebut juga menjadi tantangan bagi Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Ditjen Perbendaharaan) dalam mengelola cash flow pemerintah, terutama dalam mewujudkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berkesinambungan. “Ini menjadi tantangan tersendiri pula bagi Ditjen Perbendaharaan dalam mengelola cash flow pemerintah, agar belanja (pemerintah) di tahun 2015 dapat tetap berjalan dengan aman dan terjaga, sehingga mampu menciptakan APBN yang sustainable” katanya.(nv)