Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pertumbuhan Ekonomi Diprakirakan Kembali Meningkat di Triwulan IV-2013

Jakarta, 12/07/2013 MoF (Fiscal) News - Pertumbuhan ekonomi diprakirakan kembali meningkat pada triwulan IV-2013 dan berlanjut di tahun 2014, yang diprakirakan pada kisaran 6,4 persen hingga 6,8 persen. Namun, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan pada triwulan II dan triwulan III-2013 yaitu masing-masing menjadi 5,9 persen. “Kuartal kedua dan tiga pertumbuhan ekonomi kita melambat. Dan ini masih terus mendorong pelemahan atas target pertumbuhan yang pemerintah proyeksikan,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, pada Kamis (11/7).

Ia menjelaskan, lebih rendahnya prakiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2013 tersebut akibat belum kuatnya ekspor, sejalan pertumbuhan ekonomi global dan harga komoditas global yang masih lemah. Adapun konsumsi rumah tangga dan investasi diprakirakan juga sedikit tertahan sebagai dampak menurunnya daya beli, akibat belum kuatnya permintaan ekspor dan pasca kenaikan harga BBM bersubsidi. Oleh karenanya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 diprakirakan pada kisaran 5,8 persen hingga 6,2 persen, atau lebih rendah dari prakiraan sebelumnya yaitu 6,2 persen hingga 6,6 persen.

Hal tersebut seiring perekonomian global masih cenderung melambat dan diliputi ketidakpastian yang tinggi. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diprakirakan tidak sekuat perkiraan semula, meskipun kegiatan produksi dan konsumsi menunjukkan perbaikan. Permasalahan ekonomi Eropa masih belum menunjukan tanda-tanda perbaikan yang berarti.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Cina dan India tercatat lebih rendah dibandingkan dengan proyeksinya, meskipun masih masih cukup tinggi. Berdasarkan perkembangan tersebut, perekonomian dunia tahun 2013 diprakirakan tumbuh lebih rendah daripada prakiraan semula menjadi 3,2 persen. (ak)