Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Semakin Seimbang

Jakarta, 10/04/2014 MoF (Fiscal) News - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih seimbang saat ini salah satunya ditopang oleh perbaikan kinerja sektor eksternal, baik dari neraca pedagangan maupun neraca finansial.

Seperti diketahui, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2014 kembali mencatatkan surplus sebesar 0,79 miliar dolar AS, ditopang oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas. "Peningkatan bersumber dari kontraksi pada impor nonmigas, sejalan dengan moderasi permintaan domestik dan perbaikan ekspor nonmigas, khususnya manufaktur sejalan perbaikan ekonomi negara maju,” ungkapnya pada Selasa (8/4) petang.

Ia menambahkan, perkembangan positif juga terjadi pada surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat. Surplus neraca perdagangan, lanjutnya, juga bersumber dari menurunnya defisit neraca perdagangan migas yang dipengaruhi oleh ekspor migas akibat kenaikan lifting minyak serta penurunan impor migas sejalan dengan kewajiban penggunaan biodiesel untuk bahan bakar di sektor transportasi umum dan kelistrikan.

Sementara itu, dari neraca finansial, capital inflow juga masih berlanjut hingga Bulan Maret 2014. "Dari neraca finansial, aliran masuk modal asing masih terus berlanjut pada Maret 2014, sehingga secara akumulatif pada triwulan I-2014, aliran masuk portofolio asing ke pasar keuangan Indonesia mencapai 5,8 miliar dolar AS," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, ia menambahkan, BI optimistis perbaikan sektor eksternal masih akan terus berlanjut. "BI memperkirakan perbaikan sektor eksternal berlanjut, ditopang defisit transaksi berjalan 2014 yang dapat ditekan di bawah 3,0 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) dan surplus aliran masuk modal asing yang tetap besar," imbuhnya.(ak)