Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pertumbuhan Ekonomi Tahun ini Direvisi pada Kisaran 6,2-6,5 Persen

Jakarta, 30/05/2013 MoF (Fiscal) News - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah sepakat untuk menentukan asumsi pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 pada kisaran 6,2-6,5 persen. Menurut Menteri Keuangan M. Chatib Basri, kesepakatan tersebut nantinya akan dibahas kembali pada rapat RAPBN-P bersama Badan Anggaran (Banggar). Hal ini ia sampaikan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/5).

Ia menegaskan, posisi pemerintah tetap pada asumsi yang diajukan sebesar 6,2 persen. Asumsi tersebut merupakan angka realistis yang dapat dicapai di tengan masih memburuknya perekonomian dunia saat ini. "Nanti dibahas bersama Banggar, tapi posisi kami ada di 6,2 persen," ujarnya.

Sementara itu, untuk asumsi laju inflasi, pemerintah tetap pada asumsi yang diajukan sebesar 7,2 persen, meskipun ada pemikiran dari DPR bahwa laju inflasi tahun ini dapat dijaga sebesar 6 persen. "Pertumbuhan ekonomi disepakati 6,2-6,5  persen, karena komisis XI pendapatnya bervariasi, ada yang 6,5 persen ada yang anggap 6,3 persen, jadi dibuat range. Tapi kalo Anda tanya pemerintah, posisinya 6,2 persen dan inflasinya 7,2 persen," tutupnya.

Sementara itu untuk tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan tetap dipatok pada angka 5 persen, sedangkan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dari Rp9.300 per dolar AS sepakat direvisi menjadi Rp9.600 per dolar AS.(rja)