Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pertumbuhan Utang Luar Negeri Mengalami Perlambatan pada April 2014

Jakarta, 18/06/2014 MoF (Fiscal) News - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada bulan April 2014 sebesar 276,6 miliar dolar AS. Angka ini tumbuh 7,6 persen dibandingkan dengan posisi pada April 2013.

Posisi ULN pada April 2014 terdiri atas ULN sektor publik sebesar 131,0 dolar AS miliar dan ULN sektor swasta sebesar 145,6 miliar dolar AS. Dari data tersebut, pertumbuhan tahunan ULN pada April 2014 mengalami perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2014 yang sebesar 8,7 persen (yoy).

Lebih lanjut, seperti dikutip dari situs resmi BI, perlambatan pertumbuhan ULN pada April 2014 dipengaruhi oleh perlambatan  pertumbuhan ULN sektor publik yang hanya tumbuh sebesar 2,2 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 5,1 persen (yoy). Sementara itu, ULN sektor swasta tumbuh 13,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 12,2 persen (yoy). Jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, ULN April 2014 relatif tidak berubah. Pertumbuhan ULN sektor publik hanya sebesar 0,3 persen (mtm), sementara ULN sektor swasta mengalami kontraksi sebesar 0,2 persen (mtm).

Selain itu, perlambatan pertumbuhan posisi ULN juga terjadi baik pada ULN jangka panjang maupun ULN jangka pendek. ULN berjangka panjang pada April 2014 tumbuh sebesar 9,2 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan Maret 2014 sebesar 10,1 persen (yoy). Sementara itu, ULN berjangka pendek tumbuh 0,3 persen (yoy), juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan Maret 2014 yang sebesar 2,4 persen (yoy).

BI mencatat, posisi ULN berjangka panjang pada April 2014 adalah sebesar 229,7 miliar dolar AS, atau 83,0 persen dari total ULN. Dari jumlah tersebut, ULN berjangka panjang sektor publik tercatat sebesar 124,6 miliar dolar AS atau 95,1 persen dari total ULN sektor publik. Sementara,  ULN berjangka panjang sektor swasta tercatat mencapai 105,1 miliar dolar AS atau 72,1 persen dari total ULN swasta.

Terkait dengan data tersebut, BI menilai bahwa perkembangan ULN hingga April 2014 masih cukup sehat dalam menopang ketahanan sektor eksternal. Namun demikian, BI akan tetap memantau perkembangan ULN, khususnya ULN swasta, sehingga ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko stabilitas makroekonomi.(ya)