Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

PIP Tawarkan BPD Invesatasi Infrastruktur Dasar Daerah


 

Jakarta, 06/11/2010 MoF (Fiscal) News - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan bermaksud melakukan kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) terkait modal investasi, demikian disampaikan Kepala PIP Soritaon Siregar, Sabtu (6/11) di Pondok Putri Duyung, Ancol.

Soritaon menuturkan, rencana ini muncul melihat terbatasnya dana yang dimiliki PIP. Untuk itu, PIP berencana menggandeng BPD. Mekanismenya sendiri adalah PIP meminta BPD mengamanahkan uangnya yang belum terpakai kepada PIP untuk dipinjamkan ke Daerah guna membangun berbagai macam pembangunan infrastruktur dasar.

“PIP dananya sangat terbatas, PIP juga boleh modalnya dari amanah orang, untuk itu PIP kerjasama dengan BPD dengan menempelkan uang BPD
  lalu dipinjamkan ke daerah, uangnya diamanahka ke PIP,” ungkapnya.

Menurut data Bank Indonesia hingga Agustus 2010, BPD memiliki dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp194,37 Triliun, sedangkan kredit yang tersalurkan BPD hanya sekitar Rp138,02 Triliun. Jadi ada dana yang tidak terpakai sebesar Rp 56,34 Triliun.

Soritaon menjelaskan, saat ini dana BPD di Indonesia lebih sering digunakan untuk sektor konsumtif kira-kira sebesar 60-70 persen dan hanya terpakai untuk biaya gaji pegawai, membeli SBI serta Surat berharga.

Namun demikian, menurutnya, rencana PIP tersebut masih perlu dikaji kembali apakah kena aturan perbankan atau tidak. “Tapi yang jelas ide ini kita gulirkan bagaimana infrastruktur ini kita gulirkan secara save,” pungkasnya.
(DM)