Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

PKH Mampu Kurangi Kemiskinan dan Ketimpangan

Jakarta, 10/05/2016 Kemenkeu - Program Keluarga Harapan (PKH) telah menunjukkan dampak signifikan dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. Menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, efektifitas PKH dapat dilihat dari konsumsi keluarga PKH yang meningkat rata-rata sebesar 14%, dari 79% dari garis kemiskinan ke 90% dari garis kemiskinan.


“Karena program tersebut sudah berjalan sejak 2007, Desember 2015 sudah melahirkan  400.000 keluarga sangat miskin (KSM) menjadi  mandiri,” katanya, seperti dikutip dari keterangan resmi TIM PKP Kemkominfo. Selain itu, di sektor pendidikan, terjadi peningkatan angka pendaftaran sekolah. Pada tingkat sekolah dasar (SD) sebesar 2,3%, sementara tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sebesar 4,4%.

 

 

Menurut Mensos, pada 2015, PKH telah menjangkau 3,5 juta keluarga. Tahun ini, jumlahnya akan ditambah 2,5 juta keluarga, sehingga total penerima bantuan PKH sebanyak 6 juta keluarga. Berdasarkan survei Bank Dunia, PKH menjadi satu-satunya program yang memiliki indeks efisiensi dan penurunan derajat kemiskinan yang signifikan.

 


Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2016, tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat yang diukur oleh Gini Ratio turun 0,01 poin dibandingkan tahun 2015 lalu menjadi 0,40 dari sebelumnya 0,41. Adapun tahun 2016, pemerintah menargetkan Gini Ratio kembali turun di angka 0,39. (as)