Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Plt. Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi 2013 Akan Dikoreksi

Jakarta, 08/05/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah berencana merevisi asumsi target pertumbuhan ekonomi menjadi sekitar 6,2 sampai 6,3 persen dalam RAPBN-P 2013. Pada APBN 2013, pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 6,8 persen. Pelaksana tugas (Plt.) Menteri Keuangan Hatta Rajasa mengungkapkan, angka tersebut merupakan angka yang realistis dapat dicapai Indonesia saat ini. Di tengah kondisi ekonomi global yang belum membaik, capaian tersebut masih lebih baik ketimbang negara-negara berkembang lainnya yang juga terkena dampak.

“Arahan presiden bagaimana menjaga momentum pertumbuhan kita, kita berharap pertumbuhan kita ada di kisaran 6,2-6,3 persen, oleh sebab itu kami harus melakukan koreksi, harus realistis dari sebelumnya 6,8 persen disini,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (7/5). Hatta juga mengatakan masih menguatnya konsumsi masyarakat saat ini memberikan angin segar bagi pemerintah. Sehingga ke depan masih bisa diandalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, pemerintah juga terus mendorong investasi masuk ke Indonesia, agar perannya dalam mendorong pertumbuhan juga dapat terasa. Belanja pemerintah, khususnya barang modal, juga terus didorong sehingga diharapkan dapat ikut berkontribusi.

“Di sisi konsumsi masyarakat mengalami penguatan dibanding sebelumnya 4,9 sekarang di atas 5 persen, artinya konsumsi masih menjadi andalan kita, jadi andalan kita di situ dan investasi juga memberikan kontribusi yang cukup,” tambahnya.

Pembahasan mengenai koreksi pertumbuhan tersebut akan didalami dalam pembahasan RAPBN-P bersama DPR, sebelum disepakati menjadi APBN-P 2013. “Di sinilah pentingnya RAPBN-P, termasuk mempersiapkan upaya-upaya menyesuaikan harga BBM, termasuk paket-paket BLSM yang akan dibahas bersama DPR dalam RAPBN-P 2013,” tutupnya. (rja)