Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Potensi dan Strategi Pencegahan Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

DJKN Gelar  Workshop Sehari

 

Potensi dan Strategi Pencegahan Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

 

Jakarta, 18/03/2010 MoF (Fiscal) News – Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan mempelajari potensi dan strategi pencegahan fraud pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk meningkatkan efektivitas dan percepatan pengadaan barang dan jasa.

“Penyimpangan pengadaan barang/jasa Pemerintah biasanya melalui prosedur tata cara pengadaan yang tidak sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku; kuantitas; kualitas dan spesifikasi barang/jasa tidak sesuai; pengadaan fiktif dengan harga kemahalan; serta adanya transaksi berbagai jenis sumbangan sukarela,” ungkap Deputi Bidang Pencegahan KPK Bagus Rumbogo di acara Sosialisasi Help Desk Pengadaan Barang/Jasa Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan di Aula Djuanda, Kamis (18/3).

Bagus menjelaskan, ada tujuh strategi untuk mencegah terjadinya fraud, yakni dengan Awareness & Integrity Campaign yaitu meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang isu korupsi; Patologi Pengadaan yaitu mengidentifikasi berbagai penyakit dalam proses pengadaan; Education for Youth yaitu menanamkan sikap jujur sejak dini; dan Procurement Watch  yaitu mengembangkan partisipasi masyarakat. Selain itu juga diperlukan Tripartite Partnership atau kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyrakat; Public Hearing dengan masyarakat sebelum tender, serta E-Procurement dengan memanfaatkan informasi elektronik. (DM)