Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Potensi Penerimaan Pajak Masih Besar

Jakarta, 23/09/2013 MoF (Fiscal) News - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan bekerja keras untuk mencapai target penerimaan pajak di tengah menurunnya perekonomian. Pasalnya, potensi penerimaan pajak dapat mencapai Rp2.000 triliun jika seluruh Wajib Pajak (WP) sadar untuk memenuhi kewajibannya. Demikian disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Rahmany di Jakarta, Senin (23/9).

Menurutnya, tugas DJP saat ini bekerja keras untuk membuat penerimaan pajak semaksimal mungkin dalam keadaan ekonomi yang sedang turun, karena kontribusi ekspor mengalami perlambatan. "Mudah-mudahan sekarang membaik, kalau sebagai Dirjen Pajak tentunya kerja keras kita lakukan intensifikasi dan ekstensifikasi kita perketat," terangnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa memungkiri potensi penerimaan dari sektor pajak masih cukup besar. Pasalnya, masih ada sekitar 40 juta WP orang pribadi dan lima juta WP badan yang belum membayar pajak kepada negara. "Penerimaan pajak saat ini sekitar Rp1.148 triliun mestinya bisa Rp2.000 triliun," jelasnya.

Ia memperkirakan potensi dari 40 juta WP orang pribadi tersebut mencapai Rp400 triliun, dengan asumsi per tahun, satu WP menyetor penerimaan pajak kepada negara sebesar Rp10 juta. "Rp10 juta itu rata-rata, kan ada juga yang bayar Rp2 juta ada yg Rp1 miliar itu itung-itungan kasar. Kan kita tidak tahu persis dari 40 juta orang itu berapa pendapatan masing-masing, tapi dari angka itu kita bisa bangun berapa ribu kilometer untuk jalan," imbuhnya.

Dibandingkan dengan penduduk di negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, maka kesadaran masyarakat Indonesia dalam membayar pajak kepada negara masih sangat rendah. Hal ini tercermin dari rendahnya tax ratio Indonesia, padahal penerimaan pajak tersebut bisa dimaksimalkan dalam pembangunan infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Ada kalanya pajak untuk penerimaan negara tapi bisa juga dipakai sebagai instrumen insentif yang mendorong stimulus ekonomi. Memang kalau berikan insentif kita ada lost tapi ekonomi bergerak dan pasti dengan begitu penerimaan pajak ke depan dalam jangka menengah akan tinggi," pungkasnya. (Ans)