Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Praktek Pengelolaan Dana Pensiun di Indonesia Vs Australia

Jakarta, 24/03/2016 Kemenkeu - Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) kembali mengadakan Sharing Session and Coffee Morning Talk, dengan bahasan pengelolaan dana pensiun. Dalam acara yang berlangsung pada Rabu (23/03), membahas mengenai pengelolaan dana pensiun di Indonesia dan di Australia. Kepala Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran IV, Adek Rendra Muchtar menjadi narasumber pertama yang membahas manajemen dana pensiun di Indonesia.


Pada acara yang diselenggarakan di Ruang Achmad Rochjadi DJA ini, menurut Adek, dalam manajemen dana pensiun tak terlepas dari dasar hukum, asuransi dan dana pensiun untuk aparatur negara, Investasi dan Return on investment (ROI) dana pensiun, serta hal-hal penting lainnya.


Sementara itu, Senior Adviser Government Partnership Fund Anita Haider, memaparkan mengenai perlunya manajemen dana pensiun yang baik, serta praktek pengelolaan dana pensiun di Australia, dan tantangan di masa depan. Menurutnya ada beberapa perbedaan pengelolaan dana pensiun di Indonesia dan di Australia, antara lain terkait investasi. Dana pensiun di Australia tidak diperbolehkan melakukan direct investment, dimana investasi dilakukan melalui manajer investasi yang terpercaya. Sementara di Indonesia, dana pensiun diperbolehkan melakukan direct investment.


Hal lain yang berbeda terkait skema pembayaran pensiun, di Australia, dana yang terkumpul disampaikan kepada pemerintah. Selanjutnya pemerintah yang mengelola dan bertanggung jawab atas pembayaran pensiun. Sementara di Indonesia, dana pensiun yang terkumpul tetap dikelola oleh pengelolan dana pensiun. Sementara pembayaran pensiun merupakan tanggung jawab bersama antara pengelola dana pensiun dan pemerintah. (dja)