Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Prefunding APBN 2016, Pemerintah Himpun 3,5 Miliar Dolar AS

Jakarta, 10/12/2015 Kemenkeu - Pemerintah Indonesia telah melakukan transaksi penjualan dua seri Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS), yaitu seri RI0126 dan RI0146. Transaksi telah dilakukan pada 2 Desember 2015 (1 Desember 2015 waktu New York), sedangkan setelmennya dilakukan pada 8 Desember 2015.

Penerbitan kedua seri SUN ini merupakan bagian dari kebijakan prefunding Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Seperti diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2015 tentang APBN Tahun 2016, pemerintah menempuh kebijakan prefunding dengan melakukan penerbitan SUN pada akhir tahun 2015 guna menjamin ketersediaan anggaran pada awal tahun anggaran 2016.

Dari transaksi tersebut, pemerintah berhasil menghimpun dana sejumlah 3,5 miliar dolar AS. Secara rinci, jumlah nominal yang diterbitkan untuk seri RI0126 mencapai 2,25 miliar dolar AS dan seri RI0146 mencapai 1,25 miliar dolar AS. Dari keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko tercatat, total penawaran yang masuk (total order book) untuk kedua seri SUN tersebut mencapai 8,1 miliar dolar AS. Dengan demikian, terjadi oversubscribed 2,3 kali.

Hasil tersebut menandakan masih tingginya kepercayaan investor dan sentimen positif pada prospek perekonomian Indonesia. Seperti diketahui, RI memperoleh rating BBB- (stable) dari Fitch, BB+ (positive) dari S&P, dan Baa3 (stable) dari Moody’s.

Sebagai iformasi, SUN seri RI0126 memiliki tingkat kupon sebesar 4,75 persen dan yield 4,8 persen. Dengan tenor sepuluh tahun, SUN seri ini akan jatuh tempo pada 8 Januari 2026.  Sementara, SUN seri RI0146 memiliki tingkat kupon 5,95 persen dan yield 6 persen. Dengan tenor 30 tahun, SUN seri RI0146 akan jatuh tempo pada 8 Januari 2046.(nv)