Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden: Amnesti Pajak Periode I Tersukses di Dunia

Balikpapan, 06/12/2016 Kemenkeu - Program Amnesti Pajak (Tax Amnesty) yang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia sejak Agustus 2016 menuai hasil positif. Amnesti Pajak periode pertama, menurut Presiden Joko Widodo, adalah yang paling sukses di dunia.

“Pada periode pertama saja sudah 30,88 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) kita, yang lain-lain di bawah 10 (persen) semua. Ini adalah sebuah angka yang besar," jelas Presiden saat membuka Sosialisasi Amnesti Pajak di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (05/12).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan, pajak merupakan instrumen penting bagi pemerintah untuk mengelola perekonomian, demi mewujudkan cita-cita masyarakat adil dan makmur. “(agar) Indonesia mampu menggunakan instrumen APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) secara efektif, bisa mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, maka dibutuhkan penerimaan pajak," katanya.

Namun demikian, peran penting pajak tersebut, menurut Menkeu, belum diimbangi oleh kepatuhan wajib pajak di Indonesia, yang tergolong masih rendah. Hal tersebut terlihat dari masih rendahnya rasio kepatuhan wajib pajak. “Data rasio kepatuhan, yaitu jumlah orang yang membayar dan menyerahkan SPT-nya (Surat Pemberitahuan) dibandingkan dengan wajib pajak yang terdaftar atau wajib SPT, hanya sekitar 56 persen tahun 2013, dan meningkat sedikit tahun 2016 (menjadi) sebesar 62,2 persen,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Amnesti Pajak merupakan suatu sarana yang tepat untuk membangun kembali hubungan baru antara wajib pajak dengan negara berdasarkan asas kepercayaan dan saling menghormati dari kedua belah pihak. “Gunakan kesempatan ini, kami dan Kanwil (Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak) serta seluruh KPP (Kantor Pelayanan Pajak) yang ada di Kalimantan Timur siap untuk membantu Anda untuk ikut Tax Amnesty,” pungkasnya.(hi)