Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden Arahkan Bantuan Sosial Untuk Usaha Yang Produktif

Jakarta, 13/01/2016 Kemenkeu - Presiden RI Joko Widodo menjelaskan bahwa diperlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam pemberian kredit di tengah kondisi dunia yang belum pasti. Hal tersebut dilakukan agar kredit yang bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tidak mengalami kenaikan. Menurut Presiden, angka NPL Indonesia saat ini masih pada angka yang masih baik sebesar 3,18 persen. Presiden juga mengingatkan agar jangan sampai kehati-hatian tersebut menjadi hambatan untuk memberikan kredit kepada usaha-usaha kecil.

“Tetapi jangan takut memberikan kredit,” kata Presiden sebagaimana dikutip dari situs setkab dalam acara Pertemuan Tahunan  Pelaku  Industri Keuangan 2017 di Istana Negara pada Jumat (13/01).

Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya kerjasama antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) serta meminta kepada para Gubernur untuk memberikan subsidi bunga dari APBD kepada usaha-usaha kecil.

“Jangan sampai kita sekarang ini senang memberikan bantuan-bantuan sosial yang tidak produktif.  Berikan bantuan-bantuan itu kepada hal-hal yang produktif, untuk memberikan injeksi kepada masyarakat agar mereka semuanya produktif,” jelas Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengajak kepada seluruh industri jasa keuangan terutama perbankan untuk mencermati pertumbuhan kredit di Indonesia. Lebih lanjut, ia juga meminta agar industri jasa keuangan tersebut dapat mengarahkan kredit kepada usaha kecil dan mikro, nelayan, dan petani secara produktif.

“Lihat rakyat kita yang membutuhkan, salurkan kredit itu kesana,” pesannya. (ab/rsa)