Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden: Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBN 2017 Realistis dan Kredibel

Jakarta, 18/08/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo menyatakan, asumsi dasar ekonomi makro yang ditetapkan dalam  Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 telah mencerminkan kondisi perekonomian terkini serta memperhatikan proyeksi perekonomian mendatang. Dengan demikian, asumsi-asumsi tersebut lebih realistis dan kredibel.

Lebih lanjut Presiden menguraikan, asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2017 diperkirakan berada pada kisaran 5,3 persen. Asumsi ini telah mempertimbangkan prospek perekonomian global yang diperkirakan membaik, meskipun masih diliputi ketidakpastian.

Kedua, asumsi inflasi diperkirakan akan berada pada kisaran 4,0 persen. Hal ini didukung oleh penguatan konektivitas nasional, yang diproyeksikan mampu menciptakan efisiensi sistem logistik nasional, sehingga mendukung terciptanya stabilitas harga komoditas.

“Selain itu, pemerintah juga menyediakan alokasi anggaran dan dana cadangan untuk menjaga ketahanan pangan, serta stabilisasi harga sebagai komitmen pengendalian inflasi,” jelas Presiden saat membacakan RAPBN 2017 dan Nota Keuangannya di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada Selasa (16/08).

Selanjutnya, asumsi nilai tukar rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp13.300 per dolar AS. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah bersama-sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan berusaha melakukan penguatan sektor keuangan. “Kerangka pendalaman pasar keuangan diharapkan dapat mempengaruhi arus modal masuk ke pasar keuangan Indonesia serta dapat mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah,” tambahnya.

Keempat, rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan diasumsikan berada pada tingkat 5,3 persen. Menurut Presiden, reaksi pasar dalam menghadapi kebijakan bank sentral AS serta kondisi ekonomi domestik yang terkendali, memberikan kontribusi dalam upaya penurunan tingkat suku bunga tersebut.

Sementara itu, asumsi harga rata-rata minyak mentah Indonesia diperkirakan sebesar 45 dolar AS per barel. Peningkatan kebutuhan energi dalam rangka penguatan ekonomi global menjadi faktor yang mempengaruhi harga minyak pada tahun 2017 mendatang.

Terakhir, asumsi lifting minyak dan gas bumi diperkirakan mencapai 1,91 juta barel per hari. “Volume minyak dan gas bumi yang siap dijual pada tahun 2017 diperkirakan akan mencapai setara 1,91 juta barel minyak per hari, yang terdiri dari produksi minyak bumi sebesar 780 ribu barel per hari dan gas bumi sekitar 1,15 juta barel setara minyak per hari,” jelasnya.(nv)