Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden Berharap PLTU Batang Bisa Menggaet Investor KPBU Lain

Jakarta, 10/06/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo berharap financial close Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang dapat menjadi pesan bagi investor lain, bahwa Pemerintah Indonesia mampu menyelesaikan permasalahan pendanaan bagi infrastruktur. Untuk itu, ia juga berharap investor yang terlibat dapat segera menyelesaikan proyeknya. Ini disampaikan Presiden saat menyaksikan penandatanganan enam proyek infrastruktur strategis dan prioritas nasional dengan Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).


“Ini pesan bahwa pemerintah indonesia bisa menyelesaikan masalah. Tapi gantian, pemerintah sekarang sudah menyelesaikan masalah itu, investor juga agar proyek ini jangan mundur,” katanya di Istana Presiden, Jakarta pada Kamis (09/06). Pentingnya proyek kelistrikan ini menjadi salah satu perhatian Presiden karena terkait dengan kebutuhan energi yang terus meningkat.


“Kita tahu kalau ini tidak dimulai, saya udah bayangkan 2019 itu byarpet-nya akan tambah meluas. Karena kebutuhan listrik tiap tahun bertambah,” katanya. Presiden berharap ini juga dapat menjadi bukti kepada masyarakat bahwa pemerintah tengah berupaya meningkatkan fasilitas infrastruktur. “Jangan dipandang enteng kalau listrik kurang atau byarpet, anak-anak belajar juga jadi tidak termotivasi,” tambah Presiden.


Sebagai informasi, PLTU Batang merupakan proyek listrik KPBU terbesar di Asia dengan teknologi ultra super critical, dengan kapasitas 2x1.000 megawatt (MW). Proyek ini mendapatkan kucuran dana dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan beberapa sindikasi perbankan komersial internasional, kepada PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku Badan Usaha. (as)