Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden: BKKBN Memegang Kendali Dalam Pencegahan Stunting

Jakarta, 28/01/21 Kemenkeu – Presiden Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program Bangga Kencana Tahun 2021 dengan tema "Meningkatkan Upaya dan Strategi dalam rangka Percepatan Implementasi Program Bangga Kencana melalui Peran Lintas Sektor di Masa Pandemi Covid-19" di Istana Negara, Kamis (28/01). Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Rakornas ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dan peran pemerintah daerah dan mitra kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan, serta penggerakkan program Bangga Kencana, termasuk percepatan penurunan stunting.

“Rakornas ini mempercepat merespons tugas baru yang diberikan kepada BKKBN untuk penurunan stunting di Indonesia,” ujar Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden meminta BKKBN sebagai ketua pelaksanaan program penanganan penurunan angka stunting untuk mengelola dengan baik, sehingga target penurunan angka stunting pada tahun 2024 dapat tercapai. Konsolidasi anggaran dan program, serta kolaborasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait diharapkan dapat didesain dengan baik.

“Target 2024 sebesar 14% itu bukan target yang enteng. Tetapi kalau kita bekerja dengan serius, lapangannya terkuasai, bekerja sama, kolaborasi, penurunan angka stunting akan bisa kita lakukan dengan signifikan. BKKBN memegang kendali dalam pencegahan stunting,” kata Presiden.

Presiden juga berharap BKKBN melakukan sosialisasi dengan jangkauan yang lebih luas, tak hanya jumlah anak dan jarak antar kelahiran.

“Yang sangat penting adalah membangun ketahanan keluarga secara utuh di berbagai bidang, baik bidang kesehatan dan ekonomi, pendidikan anak dan kebahagiaan keluarga, mulai dari penanganan gizi, kualitas sanitasi, lingkungan, akses pendidikan, kesehatan, sampai terjaganya sumber-sumber pendapatan. Inilah pilar kesejahteraan dan ketahanan keluarga setiap keluarga Indonesia,” ujar Presiden.

Sebagai informasi, rebranding telah dilakukan BKKBN dengan menghasilkan empat perubahan nilai. Pertama, logo BKKBN yang lebih bersahabat dengan keluarga muda. Kedua, tagline “Dua Anak Cukup” diubah menjadi “Dua Anak Lebih Sehat”. Ketiga, Kampung Keluarga Berencana diubah menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. Keempat, perubahan nama program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) menjadi Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Sasaran strategis Program Bangga Kencana adalah menurunkan angka kelahiran total, meningkatkan angka prevalensi pemakaian kontrasepsi modern, menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi, meningkatkan Indeks Pembangunan Keluarga, meningkatkan Media Usia Kawin Pertama (MUKP), dan menurunkan angka kelahiran pada kelompok usia 15-19 tahun. (dep/ip/hpy)