Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden: di Tengah Gejolak, Indonesia Masih Dapat Kelola Perekonomian dengan baik

Jakarta, 28/11/2013 MoF (Fiscal) News - Di tengah kondisi perekonomian dunia yang bergejolak, Indonesia tetap bisa tumbuh dari pengelolaan ekonomi yang baik. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, tidak banyak negara yang mendapatkan pertumbuhan baik tersebut. Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (27/11).

Menurut Kepala Negara, berbagai permasalahan tersebut akan dapat diatasi dengan baik bila menerapkan strategi-strategi tertentu dan tepat. “Meskipun dunia terus bergejolak, alhamdulillah ekonomi kita tetap terkelola dan terus tumbuh. Tidak semua negara beruntung di era sekarang ini, termasuk negara maju, negara kaya. Banyak ekonomi di negara itu tumbuh minus dan sangat rendah,” ungkapnya.

Hal tersebut dikatakan presiden dengan menilik pada kondisi perekonomian global pada 1998, 2005, 2008, 2010, bahkan tahun 2013 ini. Kondisi tersebut telah membawa Indonesia kepada dinamika perekonomian  baru. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat (di tahun 2013) tapi kita patut bersyukur karena ekonomi kita masih tumbuh 5,7 persen,” jelasnya.

Oleh karenanya, Presiden mengajak seluruh pihak untuk senantiasa waspada dan tetap mengelola perekonomian secara hati-hati. Presiden juga mengingatkan tentang masih belum pulihnya kondisi perekonomian global dari krisis ekonomi 2008, dan kini akan mendapat tekanan baru akibat rencana kebijakan pengurangan stimulus fiskal (quantitative easing) Amerika Serikat.

“Sebagaimana banyak negara, ekonomi Indonesia  mengalami gejolak, tekanan, bahkan krisis. Saya  mengajak semua pihak untuk senantiasa waspada dan tetap mengelola perekonomian kita secara hati-hati (prudent) di saat ada atau tidak ada gejolak.  Pertumbuhan ekonomi memang sangat penting, namun bukan hanya pertumbuhan yang ingin dituju. Pengurangan kemiskinan, stabilitas harga, dan sejumlah hal lain juga menjadi target capaian pemerintah,” katanya. (ak)