Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden Dukung Pemanfaatan Dana Desa Sesuai Kebutuhan Masyarakatnya

Jakarta, 05/12/2016 Kemenkeu - Sejak tahun 2015, pemerintah telah menganggarkan dana desa yang salah satu sasarannya adalah pemerataan pembangunan hingga pedesaan. Presiden Joko Widodo berharap, dana desa tersebut memang dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, contohnya infrastruktur perairan.


Saat meninjau Desa Tani Bhakti, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Presiden melihat pemanfaatan dana desa difokuskan pada pembangunan penampungan cadangan air bersih. "Apa yang dikerjakan itu apa yang dibutuhkan rakyat. Di sini air kalau pas hujan seperti ini tidak masalah tapi begitu masuk kemarau menjadi masalah besar,” kata Presiden pada Senin (05/12).


Presiden menuturkan bahwa pemerintah mendukung pembangunan kantung air, terutama untuk daerah yang mengalami kekeringan saat kemarau. Salah satu pembangunan yang tengah digarap di Desa Tani Bhakti selain penampungan cadangan air bersih yang dapat langsung dikonsumsi oleh warga, adalah pembangunan embung. “Kita memang tahun depan ini mau kejar yang namanya embung, yang namanya kantung air, untuk semua desa yang musim kemaraunya sangat membutuhkan air," jelas Presiden.


Menurut Presiden, harga pembangunan infrastruktur ini juga relatif berbiaya lebih rendah jika dibandingkan pembangunan di daerah Jawa. "Tadi yang pertama tampungan air bersih yang bisa langsung diminum. Habisnya Rp201 juta setiap lokasi. Kemudian yang ini embungnya dengan luas kurang lebih 5.000 meter persegi habisnya Rp238 juta," katanya. (as)