Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden IDB: Keuangan Syariah Harus Mainkan Peran yang Lebih Besar

Jakarta, 20/05/2016 Kemenkeu - Presiden Islamic Development Bank (IDB) Ahmad Mohamed Ali Al Madani menegaskan bahwa keuangan syariah harus memainkan peran yang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan dan mengatasi tantangan keuangan dan sosial. Hal tersebut ia sampaikan dalam pidato penutupan Sidang Tahunan IDB ke-41 di Jakarta Convention Center, Jakarta pada Kamis (19/05).
 
Dalam pidatonya, ia menyebutkan bahwa industri keuangan syariah harus berkontribusi dalam pembangunan dan pengentasan kemiskinan. “Industri keuangan syariah harus berkontribusi pada fenomena baru, keterlibatan kita dalam pembangunan dan peran serta kita untuk menangggulangi kemiskinan skala global,” katanya.
 
Keuangan syariah, lanjutnya, juga diharapkan dapat berkontribusi pada stabilitas keuangan, yaitu mengurangi ketergantungan pada utang dan menghasilkan dampak sosial sekaligus manfaat untuk masyarakat.
 
Lebih lanjut, ia menjelaskan peran atau keunggulan lain dari keuangan syariah, yaitu adanya nilai moral yang dimasukkan ke dalam sektor bisnis dan sifat inklusif keuangan syariah. “IDB fokus pada nilai moral dan sosial (keuangan syariah) untuk menghindari pola pikir yang melindungi kepentingan diri. IDB akan tetapkan aturan yang sesuai untuk tantangan utama keuangan syariah, yaitu bagaimana kita tidak mengeksklusi orang yang membutuhkan,” katanya.(ya)