Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden Instruksikan Pembenahan pada Pengadaan Barang dan Jasa

Jakarta, 30/12/2016 Kemenkeu – Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk dapat membenahi sejumlah peraturan terkait pengadaan barang dan jasa. Presiden berharap, nantinya praktek pengadaan barang dan jasa dapat memanfaatkan teknologi informasi sehingga prosesnya dapat lebih mudah, cepat dan transparan. “Saya minta juga dilakukan langkah-langkah perbaikan dari aspek regulasi sehingga regulasi pengadaan barang dan jasa bisa lebih sederhana dan tidak berbelit-belit," jelasnya seperti dikutip melalui laman Kemensetneg pada Jumat (30/12).


Selain itu, Presiden juga menginstruksikan fungsi pengawasan agar setiap pelanggaran dan praktik-praktik korupsi dapat ditindak tegas. Mulai dari tahap perencanaan, penganggaran sampai implementasi pelaksanaan. “Saya ingin praktik-praktik seperti proyek yang sudah diijonkan, penggelembungan harga atau mark up, praktik suap kepada pihak terkait,  modus kong kali kong dengan vendor, lelang fiktif dengan manipulasi dokumen dan pemenang pengadaan, tidak boleh lagi terjadi,” tegasnya.


Langkah perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah produk dan nilai transaksi e-katalog. Sebagai informasi, saat ini total transaksi elektronik pengadaan pemerintah tahun 2016 sudah mencapai Rp399 triliun dan e-katalog tahun 2016 sudah memuat 81 ribu produk dengan nilai tranksaksi Rp48 triliun. (as)