Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Presiden berfoto bersama saat acara Musrenbangnas Tahun 2018, di Puri Agung Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat (30/04)

Presiden Jokowi: Laos dan Kamboja akan 'Menyusul' Indonesia, Bila Tidak Cepat dan Inovatif

Jakarta, 30/04/2018 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa bila ekspor dan investasi Indonesia tidak berinovasi dan terjebak pada rutinitas, kemungkinan negara seperti Laos dan Kamboja bisa ikut menyusul Indonesia dalam kecepatan perijinan dan inovasi seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam.

“Ini hati-hati. Perlu saya ingatkan. Bisa nanti kita kalah dengan Laos, bisa kita kalah dari Kamboja kalau kita terjebak terus pada rutinitas, tidak berani melakukan lompatan-lompatan,” kata Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2018, di Puri Agung Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (30/04) pagi.

Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet (Setkab), Presiden berpesan kepada seluruh jajaran Kementerian/Lembaga (K/L) dan juga daerah bahwa sekarang bukan lagi saatnya berorientasi pada prosedur namun titik beratnya lebih kepada penekanan orientasi hasil.

Menurut Presiden, Indonesia harus mempermudah iklim berinvestasi, apalagi yang berorientasi ekspor. Ia inginkan perizinan dapat diselesaikan dalam hitungan jam.

“Prosedur kita ruwet dan njelimet. Rantai birokrasi kita juga sama, bertele-tele, rantai perizinan kita sangat lama. Mestinya, yang namanya urus izin itu hitungannya harus jam sekarang ini, harus jam!," tegasnya.

Ia juga meminta seluruh aparat pemerintah agar tidak disibukkan hal-hal sepele yang membuat Indonesia tidak cepat merespon perkembangan teknologi, investasi dan berbagai peluang yang ada di pasar.

“Kita ini terlalu sibuk dengan urusan-urusan yang sepele tidak berguna sehingga tidak cepat menanggapi perkembangan teknologi, perkembangan investasi, peluang-peluang pasar yang sekarang ini juga semakin sengit,” jelas Presiden.

Sebagai informasi, Musrenbangnas yang bertemakan 'Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas' ini diikuti oleh para Menteri dan Kepala Lembaga, Pimpinan Lembaga Negara, para Pejabat Eselon I K/L, para Gubernur, Bupati, dan Walikota, Sekretaris Daerah, dan Kepala Bappeda seluruh Indonesia. (nr/rsa)