Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden Jokowi Luncurkan Kapal Pembangkit Listrik

Jakarta, 08/12/2015 Kemenkeu – Untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional dibutuhkan pembangkit listrik yang dapat menyuplai daya dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menyediakan pembangkit listrik yang dapat berpindah-pindah sesuai kebutuhan di daerah, yakni berupa Marine Vessel Power Plant atau kapal pembangkit listrik.

"Selain program tiga puluh lima ribu mega watt, diperlukan crash program yang cepat untuk mengatasi itu (kekurangan listrik)", jelas Presiden Jokowi saat meluncurkan Marine Vessel Power Plant "Karadeniv Powership Zeynep Sultan" dari Turki di Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta pada Selasa (08/12).

Pada tahun ini, pemerintah melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah melakukan perjanjian sewa kapal Marine Vessel Power Plant selama 5 tahun dengan kapasitas daya sebesar 120 Mega Watt. Kapal pembangkit listrik tahap pertama ini akan ditujukan untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Tahap selanjutnya, PLN juga akan mendatangkan empat kapal pembangkit listrik serupa untuk mendukung beberapa wilayah lain, yaitu Sumatera Bagian Utara dengan daya sebesar 240 Mega Watt, Kupang dengan daya 60 Mega Watt, Ambon dengan daya 60 Mega Watt, dan Lombok dengan daya 60 Mega Watt. Kedepan, pendistribusian kapal pembangkit listrik tersebut akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan sistem kelistrikan di wilayah Indonesia.

Meninjau karakter geografis kepulauan di Indonesia, adanya pembangkit listrik di atas kapal tersebut akan memberikan kemudahan akses layanan listrik bagi masyarakat di pulau-pulau.

“Saya kira memang kemungkinan ini yang paling tepat untuk Indonesia“, jelas Jokowi. (ab)