Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden Jokowi Minta RAPBN 2020 Lebih Efisien

Jakarta, 23/04/2019 Kemenkeu - Presiden Jokowi minta RAPBN 2020 lebih efisien. Hal ini disampaikannya pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (23/04) siang seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet (Setkab).

“Bapak Presiden meminta supaya anggaran diefisienkan, terutama dari sisi belanja barang dalam rangka untuk betul-betul memfokuskan anggaran untuk kebijakan pembangunan yaitu terutama belanja modal dan belanja-belanja yang berhubungan dengan SDM dan infrastruktur,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Pemerintah sejak Februari lalu telah mulai menyusun pagu anggaran untuk Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 bagi seluruh kementerian/lembaga (K/L). 

Menkeu mengatakan kebijakan pokok dalam penyusunan APBN bertujuan untuk memacu investasi dan ekspor, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta menjaga pembangunan infrastruktur.

Selain itu, efisiensi birokrasi terutama mendorong investasi ekspor melalui berbagai macam insentif fiskal maupun dari sisi pelayanan untuk memberikan kemudahan kepada para investor.

Menurut Menkeu, pemerintah berasumsi bahwa pertumbuhan ekonomi akan berkisar antara 5,3%-5,6% di awal, namun Presiden mengharapkan pertumbuhan bisa sampai ke 5,6%. 

“Bapak Presiden mengharapkan kita bisa memacu sampai ke 5,6%,” ujarnya.(nr/aw)