Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden: Kunci Pertumbuhan Ekonomi adalah Belanja Modal, Peningkatan Ekspor dan Kemudahan Investasi

Jakarta, 05/04/2017 Kemenkeu - Presiden Jokowi meminta para menteri untuk menyisir biaya-biaya yang dapat dialihkan pada belanja modal untuk memacu angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6 persen di tahun 2018 mendatang.  Hal itu ia sampaikan dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, (04/04).

"Rutinitas yang sudah bertahun-tahun terjadi itu tolong diperiksa kembali. Saya kira banyak sekali biaya-biaya yang bisa dipotong. Banyak sekali biaya-biaya yang bisa dihemat. Itu bisa dilarikan pada belanja modal. Lihat lagi yang 2017 maupun nanti yang 2018," ujar Presiden.

Menurutnya, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan meningkatkan nilai ekspor dan  investasi.

Dikutip dari rilis resmi Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin terkait dengan ekspor, Presiden mengingatkan bahwa Indonesia masih mampu membawa produk-produk industrinya untuk menembus pasar internasional, terutama kepada pasar-pasar yang belum pernah dijajaki sebelumnya.

"Ada pasar-pasar non-tradisional yang bertahun-tahun tidak pernah kita lihat, tolong betul-betul dikirim rombongan misi dagang untuk melihat peluang-peluang yang ada di negara-negara itu," ucapnya.

Terkait dengan upaya meningkatkan arus investasi yang masuk, Presiden mengingatkan jajarannya untuk terus melakukan upaya dalam meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia.

"Peluang investasi di negara kita ini besar dan banyak sekali investor yang berminat. Tetapi penyakitnya ada di kita sendiri, yaitu masalah regulasi," ungkapnya.

Setidaknya terdapat 23 regulasi baru yang dianggap menghambat kemudahan berusaha dan berinvestasi di Indonesia oleh Presiden. Untuk itu, Presiden meminta jajarannya untuk meninggalkan pola dan rutinitas lama agar beralih kepada penyederhanaan aturan yang diharapkan mampu meningkatkan arus investasi. (nr/rsa)