Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden: Menjaga Kodrat Keberagaman Indonesia dengan Perpres 54/2017

Jakarta, 02/06/2017 Kemenkeu - Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati tanggal 1 Juni, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila.


“Lembaga baru ini adalah kepanjangan tangan saya yang bersama seluruh komponen bangsa memperkuat pengamalan Pancasila yang menjadi bagian integral dari pembangunan ekonomi, sosial, politik, dan kebudayaan,” kata Presiden saat memberikan sambutan pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jl. Taman Pejambon, Jakarta, Kamis (01/06) pagi.


Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Presiden menegaskan bahwa kodrat dari bangsa lndonesia adalah kodrat keberagaman. Menurutnya takdir untuk Indonesia adalah keberagaman, dan secara geografis dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. “ltulah Bhinneka Tunggal Ika kita, Indonesia,” tegas Presiden . Lebih lanjut Presiden menjelakan bahwa kebinekaan akan selalu diuji. Ia menyebutkan, ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi lain selain Pancasila. Semua itu diperparah oleh penyalahgunaan media sosial, berita bohong dan ujaran kebencian yang tidak sesuai dengan budaya bangsa.

 

Presiden menegaskan, tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati dan pikiran, mengerahkan waktu dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan kita. “Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri kita sebagai bangsa yang santun yang berjiwa gotong royong dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan lndonesia bangsa yang adil, bangsa yang makmur, dan bermartabat di mata internasional,” tegasnya.

 

Mengakhiri sambutannya, Presiden mengajak segenap elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga perdamaian, persatuan, dan persaudaraan. “Mari kita bersikap santun dan saling  menghormati, mari kita saling toleran dan saling bahu-membahu, mari kita bergotong-royong demi kemajuan lndonesia,” seru Presiden. (nr/rsa)