Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden Minta Dwelling Time di Semua Pelabuhan Dipersingkat

Jakarta, 14/09/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo berharap, waktu bongkar muat barang (dwelling time) di seluruh pelabuhan Indonesia dapat terus diperbaiki. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah kompetisi yang semakin ketat dengan negara-negara lain.

“Jangan Cuma di Tanjung Priok. Saya minta Tanjung Perak, Belawan, Makassar, semuanya dwelling time diperbaiki. Kalau di sini (Tanjung Priok) bisa 3,2 (hari), di sana harus bisa 3,2, tempat lain juga harus bisa 3,2,” jelasnya saat meresmikan Terminal Peti Kemas Kalibaru di Tanjung Priok, Jakarta pada Selasa (13/09).

Perbaikan dwelling time, lanjut Presiden, semakin mendesak untuk dilakukan demi meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya logistik. “Negara lain perbaiki, memperbaiki, memperbaiki, kita masih berhenti 7-8 hari dwelling time, akan ditinggal betul kita kalau tidak dibenahi secara cepat,” katanya.

Oleh karena itu, berbagai perbaikan harus segera dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain. “Kita tidak boleh menjadi penonton dalam era kompetisi ini, kita harus mengejar ketertinggalan agar kita bisa memenangkan kompetisi itu, kita harus membuat ekonomi kita semakin kompetitif, semakin berdaya saing,” jelasnya.(nv)