Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden Minta Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW Dipercepat

Jakarta, 13/06/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo menegaskan agar pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 Megawatt (MW) segera dipercepat untuk mengantisipasi defisit pasokan listrik di seluruh Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat melakukan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Tangerang, pada Jumat (10/6).

Groundbreaking PLTU Lontar ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat pasokan listrik Jakarta-Banten serta mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, sebagai bagian dari program pembangkit listrik 35.000 MW. “Saya selalu menyampaikan, saya ngotot 35.000 megaWatt di seluruh Indonesia ini harus dipercepat, harus segera dikerjakan,” kata Presiden seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet.

Sebagai informasi, PLTU Lontar Extension yang merupakan salah satu proyek dari PT PLN (Persero) Unit Induk Jawa Bagian Barat ini memasok tiga subsistem untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten. Ketiga subsistem tersebut yaitu Balaraja, Kembangan dan Muara Karang-Gandul.


PLTU yang dibangun di atas tanah seluas 11 hektar ini merupakan kelanjutan dari proyek existing PLTU Unit 1, 2, dan 3 dengan kapasitas total sebesar 945 MW, yang telah beroperasi dan sudah masuk sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basyir menjelaskan, pembangunan PLTU Lontar Extension ini ditargetkan selesai dalam 42 bulan, sehingga dapat beroperasi pada September 2019. Target ini, menurutnya, lebih cepat dari proses pembangunan PLTU pada umumnya.(nv)