Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden Nilai Keberhasilan Sukuk Negara Tercermin pada Pembangunan

Jakarta, 27/12/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo menilai, dalam kurun waktu satu windu, Sukuk Negara sebagai salah satu instrumen investasi berbasis syariah telah menunjukkan perkembangan menggembirakan. Selain jumlah nominal penerbitan yang terus meningkat dari tahun ke tahun, keberhasilan Sukuk Negara juga terlihat dari kontribusinya dalam membiayai pembangunan nasional.

“Keberhasilan Sukuk Negara bukanlah pada dana yang berhasil dihimpun, tetapi pada manfaat yang bisa dihasilkan,” ungkapnya dalam Silaturahim Stakeholders Keuangan Syariah dalam rangka Satu Windu Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara), di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/12).

Lebih lanjut Presiden mengungkapkan, selama 2015-2016, Rp20,8 triliun dari Sukuk Negara sudah digunakan untuk membiayai berbagai proyek yang bermanfaat bagi rakyat banyak. “Pembanguan jalur kereta api, pembangunan jembatan, pembangunan jalan, dipakai dananya dari Sukuk yang tadi Rp20,8 triliun,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga menilai bahwa pengembangan ekonomi syariah, termasuk industri keuangan syariah di tanah air dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi domestik. “Ini akan memberikan trigger kepada pertumbuhan ekonomi di negara kita,” katanya.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, lanjutnya, sudah sewajarnya Indonesia dapat menjadi pusat keuangan syariah internasional. Potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sendiri masih terbuka lebar. Kontribusi ekonomi syariah di Indonesia saat ini, menurut Presiden, baru sekitar lima persen, lebih rendah jika dibandingkan negara tetangga Malaysia yang mencapai 30 persen. “Oleh sebab itu space yang masih besar itu akan terus kita kejar,” katanya.(nv)