Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden Optimistis dengan Ekonomi Indonesia di Masa Mendatang

Jakarta, 23/11/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo mengajak segenap masyarakat untuk optimistis menghadapi kondisi ekonomi Indonesia ke depan. Presiden mengakui secara fakta kondisi ekonomi masih belum membaik, salah satunya karena volume perdagangan yang masih menurun dan harga komoditas yang belum kembali normal. Namun, menurut presiden Jokowi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dalam posisi yang baik dibanding banyak negara lain.


“Pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama mencapai 4,94% , triwulan kedua 5,18% , dan triwulan ketiga 5,02% saya kira jika dibandingkan dengan negara lain kita masih dalam posisi yang sangat baik,” kata Presiden saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2016, di JCC (22/11). Begitu pula dengan inflasi yang pada tahun lalu terjaga pada 3,5 % dan tahun ini diperkirakan 3,3%, serta kondisi defisit transaksi berjalan yang masih dapat dikendalikan dengan baik. “Saya kira semua ini membuat tidak ada alasan untuk pesimis,” tegas Presiden.


Guna meningkatkan optimisme, ke depan ada 3 hal penting yang menurutnya harus segera dibenahi, yaitu meningkatkan daya saing, meningkatkan produktifitas, serta dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk meningkatkan daya saing, pemerintah akan berfokus pada pemberantasan korupsi, menurunkan inefisiensi, serta mengejar pembangunan infrastruktur. Presiden meyakini hal ini akan membuat Indonesia memilki pondasi yang baik untuk tinggal landas menuju level yang lebih baik.


Berikutnya yang juga penting adalah meningkatkan produktifitas, yaitu dengan cara mengubah hal-hal yang konsumtif menjadi lebih produktif, contohnya seperti pengalihan belanja subsidi BBM kepada belanja di sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. “Dan yang terakhir yang tidak kalah penting menurut presiden adalah pembangunan SDM,” jelasnya.


Dengan dukungan seluruh pihak terutama dunia usaha, Presiden meyakini bahwa ekonomi Indonesia di tahun 2017 akan lebih baik. “Sesulit apapun kondisi ekonomi dunia kita harus bisa mengambil kesempatan sekecil apapun kita gunakan agar kita bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkapnya. (LWP)