Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden: Para Perencana harus Mencermati Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Jakarta, 04/05/2021 Kemenkeu – Dalam menghadapi kompetisi dunia yang semakin ketat, maka kecepatan ketepatan dan efisiensi adalah fondasi penting yang harus dibangun oleh bangsa Indonesia agar bisa bersaing di kancah global. Hal ini diungkapkan oleh Presiden RI Joko Widodo saat memberikan arahan pada acara Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2021 (Musrenbangnas) yang disiarkan secara virtual pada Selasa (04/05).

“Para perencana harus mempertimbangkan betul-betul perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan kita juga harus menjadi bagian dari produsen teknologi itu sendiri. Kita harus memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan teknologi. Dan dalam perkembangan teknologi yang sangat cepat, apalagi akan dimulainya konektivitas digital 5G, hati-hati kita jangan hanya menjadi pengguna,” jelas Presiden.

Presiden melanjutkan bahwa Indonesia juga harus mampu mencetak smart digital spesialis yaitu para teknolog handal yang mampu bersaing dan kompetitif. Selain itu, Presiden turut mendorong pengembangan smart digital preneur untuk menunjang mengembangkan kewirausahaan dan membuka lapangan kerja di dalam negeri.

“Hampir semua perusahaan sekarang ini adalah perusahaan teknologi, karena dari situlah value added diciptakan, sangat tergantung pada kecanggihan inovasi dan teknologinya. Di sektor keuangan misalnya, sekarang ini sudah marak bermunculan yang namanya fintech yang mampu mengoperasikan bisnisnya dengan sangat efisien,” lanjut Presiden.

Presiden pun mengingatkan agar pemerintah juga dapat mengantisipasi perkembangan teknologi di bidang kesehatan. Menurut Presiden, healthtech akan semakin berkembang pesat. Kedepan, penggunaan teknologi di bidang kesehatan tidak hanya sekedar untuk pemeriksaan atau konsultasi medis jarak jauh saja, tetapi juga pemanfaatan teknologi artificial intelligence untuk diagnosis dan untuk pelaksanaan pengobatan hingga tindakan operasi jarak jauh bisa dilakukan.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa akselerasi penggunaan teknologi di bidang pendidikan juga muncul pada saat pandemi Covid-19 ini terjadi. Pembelajaran jarak jauh menjadi sebuah kebutuhan dan keniscayaan. Layanan pendidikan berbasis daring muncul dimana-mana serta akses pembelajaran dapat diperoleh dari berbagai sumber. Presiden menilai dengan adanya teknologi pendidikan ini, maka peran guru dan sekolah lebih sebagai fasilitator pendidikan untuk memfasilitasi merdeka belajar dari anak didiknya.

“Inilah perkembangan-perkembangan cepat yang perencanaan harus mengantisipasi semua itu. Harus responsif terhadap disrupsi yang membuat dunia berubah sangat cepat. Harus responsif terhadap tantangan dan peluang yang muncul secara cepat yang sering tidak kita duga. Harus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menekankan mengenai belanja teknologi. Presiden menilai bahwa belanja teknologi harus diperlakukan sebagai belanja investasi yang bisa menghadirkan lebih banyak manfaat publik. Namun, Presiden juga mengingatkan bahwa belanja tersebut harus dilakukan secara efisien serta tetap dengan menghitung Return on Investment sehingga investasi itu bisa terus berkelanjutan. (nug/mr/hpy)