Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Presiden Jokowi saat menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2018, di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta (18/1)

Presiden: Perbankan Harus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas Melalui Kredit untuk UMKM

Jakarta, 19/01/2018 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti belum optimalnya industri keuangan Indonesia, khususnya perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Sering saya sampaikan stabilitas moneter kita bagus, visible APBN, kemudian kita juga lihat index harga saham gabungan juga sangat baik, ease of doing business juga meloncat tahun 2014 dari 150 sekarang masuk dalam angka 72. Loncatannya sangat tinggi sekali. (Tapi) kenapa (perekonomian) kita nda bisa lari cepat. Kenapa?,” Presiden menyampaikan pertanyaan secara retoris pada Pertemuan Tahunan Jasa Keuangan di Pacific Place Jakarta, Kamis (18/01).

“Ekonomi Indonesia dinilai sehat. Lembaga-lembaga dunia tersebut melihat dan yakin akan masa depan ekonomi Indonesia. Sekarang tinggal kita mau bagaimana?. Apakah kita dengan ekonomi yang seperti ini mau jalan-jalan atau lebih cepat kedepannya. Lanjutkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya agar kita bisa cepat bergerak (mengurangi) pengangguran, menekan angka kemiskinan, mengatasi ketimpangan kedepan yang masih ada,” tambahnya.

Presiden juga menyoroti masih banyaknya isu-isu negatif yang bertebaran di sosial media yang mendistorsi gambaran ekonomi Indonesia. Namun Presiden menegaskan bahwa para pelaku industri keuangan, misalnya perbankan harus optimis dan tidak boleh kalah dengan isu yang tidak perlu.

“Prudent perlu, kehati-hatian perlu, tapi dengan kondisi-kondisi seperti ini (indikator ekonomi yang baik), mestinya, optimisme. Jangan sampai optimisme itu hilang gara-gara isu-isu bertebaran banyak di media sosial, kalah sama isu-isu,” jelasnya.

Salah satu bentuk untuk melawan isu tersebut, Presiden mengharapkan perbankan harus lebih berperan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui penyaluran kredit yang lebih ekspansif terutama ke industry mikro, kecil, dan menengah. “Jadi industri keuangan Indonesia sudah saling terhubung, baik perbankan, asuransi, bursa. Hanya kita harus memastikan bahwa tumbuhnya industry keuangan itu ikut mendorong perkembangan ekonomi yang berkualitas. Contohnya di perbankan, jangan sampai asik melulu mengumpulkan dana pihak ketiga, tapi pemberian kreditnya susah. Saya perlu ingatkan (perbankan untuk menyalurkan kreditnya), terutama untuk yang usaha kecil, usaha menengah, usaha mikro,” pungkas Presiden.

Sebagai informasi, acara tersebut dihadiri antara lain oleh Menteri Keuangan, Wakil Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua dan Dewan Komisioner OJK, direksi industri keuangan, serta para Gubernur dari berbagai wilayah di Indonesia.(btr/ind/rsa)