Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Raknamo yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang (09/01)

Presiden Resmikan Bendungan Raknamo di Kupang

Kupang, 10/01/2018 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo meresmikan sejumlah proyek infrastruktur yang ada di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, (09/01). Salah satu proyek yang diresmikan adalah Bendungan Raknamo yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.

Dikutip dari rilis resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, bendungan yang mempunyai daya tampung 14 juta meter kubik ini diharapkan dapat menjadi jawaban kelangkaan air di Kupang.

“Problem utama di provinsi ini sebenarnya hanya satu, kalau bisa kita selesaikan, air. Di sudut manapun NTT ini, kalau bisa menyelesaikan ini (air) kesejahteraan, kemakmuran ekonomi pasti akan naik,” ucap Presiden.

Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang merupakan satu dari tujuh bendungan yang dibangun di NTT. Enam bendungan lainnya adalah bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Flores,  bendungan Kolhua di Kota Kupang, dan bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

"Hari ini, kita semua masyarakat Kupang, masyarakat NTT pasti bersukacita, berbahagia sekali karena bendungan Raknamo yang kita nanti-nantikan sejak lama sudah akan segera dimulai proses pengisian airnya," ujar Presiden.

Presiden juga mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak dalam proses pembangunan bendungan Raknamo. Pembangunan bendungan ini membutuhkan  waktu tiga tahun sejak dicanangkan pada bulan Desember 2014.

"Alhamdulillah pembangunan bendungan Raknamo berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Sekali lagi ini tentu hasil kerja keras siang dan malam dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, kerja keras dari Pak Gubernur dan seluruh Bupati dan Walikota yang ada di sekitar bendungan ini," ungkapnya.

Bendungan Raknamo memiliki sejumlah fungsi, diantaranya menghasilkan air baku sebanyak 0,1 meter kubik per detik, menghasilkan listrik sebesar 0,22 MW, hingga irigasi 1.250 hektar sawah.

"Sehingga masyarakat merasakan manfaat dari jaringan irigasi yang ada. Air itu mengalir dan dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitasnya di sawah-sawah mereka," pungkas Presiden. (nr/rsa)