Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden: Subsidi BBM Memberatkan APBN

Jakarta, 01/05/2013 MoF (Fiscal) News - Subsidi bahan bakar minyak (BBM) saat ini sudah terlalu besar dan memberatkan Anggaran  Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan fiskal Indonesia. Demikian ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2013 di Jakarta, Selasa (30/4). "Apakah subsidi BBM kita sudah memberatkan APBN  kita dan juga tidak tepat sasaran? Jawaban saya iya, sudah memberatkan dan juga tidak tepat sasaran," tegasnya.
Ia mengungkapkan, APBN Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan, yang jika tetap dibiarkan akan mengganggu kesehatan fiskal. "Situasi fiskal dan APBN yang memiliki tantangan tersendiri yang berkaitan  pula dengan besarnya subsidi, utamanya subsidi bahan bakar minyak. Apabila dibiarkan tidak sehat dan kurang aman, kalau kita tidak perbaiki keseluruhan kebijakan fiskal dan APBN kita, maka defisit anggaran akan menjadi terlalu  besar dan melebihi tiga persen, dan itu tentu akan melanggar undang-undang," ungkapnya. 

Presiden menjelaskan, jumlah subsidi BBM yang begitu besar dan tidak tepat sasaran tersebut akan berimbas pada terbatasnya anggaran infrastruktur dan penanggulangan kemiskinan. "Dengan besarnya subsidi BBM, maka sedikit yang bisa kita gunakan untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, terbatas yang bisa kita gunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar yang diperlukan di seluruh Indonesia," kata Presiden.(ak)