Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Presiden Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan Infrastruktur

Jakarta, 28/03/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo menegaskan, Indonesia harus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Untuk itu, Presiden akan terus memantau pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang telah menjadi agenda prioritas pemerintah.

Sebagaimana diketahui, belum memadainya infrastruktur di Indonesia, menurut Presiden berdampak pada tingginya biaya logistik dan transportasi. Inefisiensi tersebut, lanjutnya, telah mengurangi daya saing produk-produk dalam negeri, sehingga tidak menguntungkan untuk berkompetisi.

“Kalau ini (pembangunan infrastruktur) tidak dipercepat, ya kita akan ditinggal oleh kompetisi itu. Kalau ini tidak dikerjakan siang-malam, ya kita akan ditinggal oleh persaingan itu,” kata Presiden saat meresmikan Bandar Udara Juwata di Tarakan, Kalimantan Utara pada Rabu (23/3) pekan lalu sebagaimana dikutip dari laman Setkab.

Oleh karena itu, Presiden menegaskan bahwa ia akan melakukan pengecekan setiap proyek besar infrastruktur. Selain untuk tujuan controlling, pengecekan juga dimaksudkan untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu proyek-proyek tersebut. “(Selain) controlling-nya akan bagus, kualitasnya akan baik. Yang bekerja juga merasa diawasi, merasa dikejar untuk cepat selesai,” kata Jokowi.

Ia menambahkan, selain untuk meningkatkan daya saing, pembangunan infrastruktur seperti bandar udara, jalan tol, pelabuhan, jalur kereta api, dan tol laut juga dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas daerah-daerah di seluruh Indonesia. “Konektivitas ini akan mempersatukan rakyat, mempersatukan masyarakat. Orang Aceh mau terbang ke Raja Ampat bisa, orang Lhokseumawe mau terbang langsung ke Wamena bisa, dari Tarakan langsung terbang ke Aceh juga bisa, dari Tarakan mau terbang ke Wamena juga bisa,”  katanya.(nv)