Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Presiden Tutup Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2017

Presiden Tutup Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2017

Jakarta, 28/12/2017 Kemenkeu - Hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menutup perdagangan bursa tahun 2017. "Alhamdulillah Kita tutup sore hari ini IHSG dengan angka 6355,65. Angka yang diluar perkiraan kita semuanya. Dulu banyak yang menyampaikan bisa 6000 saja sudah untung. Kerja keras dari BEI patut kita apresiasi dan patut kita syukuri bersama," Ungkap Presiden Jokowi di acara penutupan perdagangan bursa tahun 2017.

Tahun 2017 diawali dengan banyak ketidakpastian yang terjadi baik di dunia internasional maupun nasional. Hal ini kemudian menjadi kekhawatiran para analis ekonomi. Namun dengan ditutupnya bursa di angka yang jauh dari perkiraan, Presiden berpesan untuk tidak takut dalam mengambil risiko.

"Kalau kita lihat 2017 hampir semua risiko di awal tahun kita wanti-wanti akan meledak ternyata bisa kita lewati dengan baik semua. Angka-angkanya sudah disampaikan Dirut Bursa atau Ketua OJK jelas semua, kenapa momentum baik ini tidak digunakan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya," tegas Presiden di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat (29/12).

Presiden juga mengingatkan akan ada diselenggarakanya Pilkada pada tahun depan, namun jangan sampai hal tersebut menjadi penghambat bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Jangan senang menyebar informasi negatif. "Kalau kita sampai terjebak pada ketakutan terhadap resiko, kita akan kehilangan peluang kesempatan secara cepat. Padahal kadang kesempatan hanya datang sekali," pesan Presiden Jokowi.

Tidak hanya itu, Presiden juga mengungkapkan untuk pertama kali dalam 7 tahun, di tahun ini laju pertumbuhan perdagangan dunia kembali di atas laju pertumbuhan ekonomi dunia. Arus modal ke negara-negara berkembang mencapai sebuah rekor. Ekspor, impor, serta investasi di Indonesia juga melonjak tinggi.

"Angka-angka seperti ini harus kita ikuti terus sehingga menumbuhkan rasa optimisme. Jangan takut karena risiko akan selalu ada. Justru itulah peluangnya," tutupnya. (mr/rsa)