Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Proyeksi IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dinilai Tidak Konsisten

Jakarta, 03/09/2013 MoF (Fiscal) News – Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan defisit tansaksi berjalan  Indonesia pada tahun ini membengkak menjadi 3,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB), setelah prediksi sebelumnya yang hanya 3,3%. Selain itu, IMF juga memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2013 menjadi 5,25% atau turun dari prediksi 6,3% pada April. Namun demikian, pemerintah mengaku tak sependapat dengan laporan IMF tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi kan sudah direvisi menjadi 5,9% dan implikasinya akan ada perlambatan dari sisi investasi. Makanya angka IMF tidak konsisten karena mereka memprediksi defisit transaksi berjalan 3,5% dari PDB, sedangkan growth (pertumbuhan ekonomi) 5,3%,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri di Jakarta, Senin (2/9).

Menurut Menkeu, dengan defisit 3,5% itu maka impor akan makin tinggi. Kalau impor tinggi itu artinya permintaan barang modal dan bahan baku masih tinggi. Akan tetapi, implikasi investasinya masih tetap tinggi. “Logiknya sederhana, kalau defisit 3,5% artinya impor masih tinggi. Kalau impor tinggi berarti ada permintaan barang modal dan bahan baku yang masih tinggi karena 92% impor Indonesia berasal dari barang-barang tersebut. Dan jika impor keduanya masih besar, investasi pasti tetap tinggi,” terang Menkeu.

Dengan begitu, lanjut Menkeu, pemerintah optimistis defisit transaksi berjalan akan berada di bawah 3% terhadap PDB pada kuartal III 2013. Indikasinya adalah efek kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan terlihat di kuartal III dan IV, serta kebijakan penggunaan biodiesel 10% pada solar sudah mulai berjalan. “Dampak dari penyesuaian harga BBM belum bisa terlihat dalam satu bulan ini, walaupun gejalanya sudah mulai kelihatan dan konsumsi minyak di Juli yang sudah di bawah kuota,” pungkas Menkeu. (nic)