Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

RAPBN 2015: Pertumbuhan yang Realistis dan Nilai Tukar yang Stabil

Jakarta, 03/06/2014 MoF (Fiscal) News – Pemerintah menghadiri rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Gedung DPR pada Selasa (3/6). Dalam rapat ini, pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan menyampaikan tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi mengenai pokok-pokok pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2015.


Dalam tanggapan tersebut, Menkeu menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu dibuat realistis mengingat risiko yang masih membayangi perekonomian global, seperti gejolak pasar keuangan global terkait upaya normalisasi kebijakan moneter di negara maju, dan tidak tercapainya sasaran perubahan struktural di negara maju.


"Pertumbuhan ekonomi tahun 2015 yang diperkirakan sebesar 5,5 sampai dengan 6 persen merupakan perkiraan yang realistis, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara berbagai peluang dengan antisipasi potensi risiko baik yang berasal dari faktor eksternal maupun faktor internal,” jelas Menkeu.


Selain itu, Menkeu mengingatkan pula bahwa nilai tukar yang stabil memiliki peran yang penting untuk menjaga daya saing dan stabilitas perekonomian nasional. Untuk itu, kestabilan nilai tukar harus terus dijaga.


"Volatilitas nilai rupiah perlu dijaga agar bergerak pada level yang stabil,” kata Menkeu. Dalam menjaga stabilitas tersebut, pemerintah terus berupaya meningkatkan koordinasi dan sinergi kebijakan dengan Bank Indonesia. (aa)