Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Rasio Total Utang Pemerintah Terus Menurun

 

Jakarta, 05/02/10 (Fiscal News) – Guna memenuhi kebutuhan informasi utang luar negeri nasional yang komprehensif, comparable, serta reliable, Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia menyusun Statistik Utang Luar Negeri Indonesia yang dituangkan dalam bentuk buku pada Januari lalu di Jakarta.

Dari informasi yang disajikan dalam buku tersebut, diketahui bahwa rasio total utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)  yang pada tahun 2000 lalu tercatat sebesar 89% mengalami  penurunan menjadi sebesar 47% pada tahun 2005, dan kemudian terus menurun menjadi hanya sebesar 30% pada 30 November 2009. Sementara itu, rasio utang luar negeri Indonesia pada tahun 1998 tercatat sebesar 150% menurun menjadi 54,9% pada tahun 2004 dan menjadi 30,1% pada November 2008. Rasio utang terhadap ekspor juga mengalami penurunan dari 179,7% pada tahun 2004 menjadi 93,7% pada tahun 2008. Debt service ratio mencatat angka tertinggi pada tahun 2004, yaitu sebesar 30,1%, kemudian terus menurun menjadi 18,1% pada tahun 2008.

Dari tahun 2004 sampai dengan Bulan November 2009, posisi utang luar negeri Indonesia secara nominal meningkat sebesar USD34,2 miliar atau sekitar 24,2%. Namun demikian, pada periode yang sama peningkatan utang luar negeri tersebut diikuti dengan peningkatan PDB sebesar USD258,7 miliar atau sekitar 100,5%.

Metodologi penyusunan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia tersebut mengacu pada konsep dan terminologi utang luar negeri dalam IMF’s External Debt Statistics: Guide for Compilers and Users (2003). Dalam publikasi tersebut, utang luar negeri didefinisikan sebagai utang penduduk (resident) yang berdomisili di suatu wilayah teritori ekonomi kepada bukan penduduk (nonresident).