Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Realisasi APBN-Perubahan 2015 per 22 Januari 2016

Jakarta, 28/01/2016 Kemenkeu - Pemerintah mencatatkan adanya perkembangan realisasi indikator ekonomi makro terhadap tahun 2015. Per 22 Januari 2016, perubahan terjadi pada pertumbuhan ekonomi, angka inflasi, harga minyak serta lifting minyak dan gas. Untuk defisit anggaran sendiri juga mengalami penurunan menjadi 2,56 persen terhadap PDB, yang disokong dari peningkatan penerimaan perpajakan dan belanja non K/L.


Dari data, pertumbuhan ekonomi yang ditarget sebesar 5,7 persen pada APBNP dicatat sementara sebesar 4,73 persen pada 31 Desember 2015. Update per 22 Januari menjadi sebesar 4,74 persen.


Perubahan ini juga terjadi pada angka inflasi dari target 5 persen, dengan realiasi sementara 3,10 persen dan per 22 Januari menjadi 3,35 persen. Tingkat inflasi ini terutama dipengaruhi oleh penurunan harga BBM bersubsidi maupun non-subsidi, angkutan, dan terjaganya pasokan barang kebutuhan pokok masyarakat.


Untuk harga minyak, target USD60/barel terealisasi sementara di angka USD50/barel, dan per 22 Januari tercatat sebesar USD49,2/barel. Sementara itu lifting minyak ditargetkan sebesar 825 ribu barel/hari dengan realisasi sementara pada 779,0 ribu barel/hari, berubah menjadi 777,6 ribu barel per hari. Perubahan juga terjadi pada realisasi lifting gas yang mencapai 1.195,4 ribu barel setara minyak per hari atau di bawah target APBNP tahun 2015 yang sebesar 1.221,0 ribu barel setara minyak per hari.


Yang tidak mengalami perubahan dari data 31 Desember 2015 adalah tingkat suku bunga SPN 3 bulan yaitu 5,97 persen dan nilai tukar yaitu Rp13.392/USD. (as)