Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Realisasi Belanja Daerah Triwulan I-2014 Capai Rp95,44 Triliun

Jakarta, 23/06/2014 MoF (Fiscal) News - Rata-rata realisasi belanja daerah hingga triwulan I-2014 mencapai 11,7 persen atau Rp95,44 triliun. Hal tersebut tercantum dalam laporan monitoring realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan dana idle tahun anggaran 2014 (triwulan I) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) baru-baru ini.

Realisasi belanja daerah pada triwulan I-2014 tersebut tercatat masih lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 13,6 persen atau Rp96,14 triliun. Dari realisasi tersebut, 15 daerah mempunyai realisasi belanja di bawah rata-rata, sementara 19 daerah mempunyai realisasi belanja di atas rata-rata.

Meskipun semua daerah mempunyai persentase penyerapan belanja di bawah 25 persen pada triwulan I-2014, Provinsi Sulawesi Utara mencatatkan persentase penyerapan belanja yang tertinggi, yaitu sebesar 18 persen. Sementara, Provinsi Kalimantan Utara merupakan daerah dengan persentase penyerapan belanja yang paling rendah, yaitu sebesar 4,1 persen. Di wilayah Pulau Jawa sendiri, Provinsi DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah yang realisasi belanjanya masih di bawah rata-rata.

Sebagai informasi, untuk mengetahui kinerja pemerintah daerah, antara lain dapat dilihat dari tingkat penyerapan belanja daerah dalam rentang satu tahun anggaran. Untuk itu, Kementerian Keuangan, dalam hal ini DJPK melakukan analisis yang dituangkan dalam bentuk laporan monitoring realisasi APBD dan dana idle, yang dilakukan secara berkala setiap triwulan. Laporan ini sendiri bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi pengelolaan APBD dalam konteks besarnya penyerapan belanja per triwulan dan untuk mengetahui ada tidaknya indikasi peningkatan jumlah dana tidak terpakai di daerah (idle).(nv)
 

Informasi selengkapnya: Laporan Monitoring Realisasi APBD dan dana idle tahun anggaran 2014 (triwulan I)