Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Rencana Pertahankan BI Rate, BI Terus Cermati Risiko Eksternal

Jakarta, 24/02/2014 MoF (Fiscal) News – Bank Indonesia (BI) akan terus mencermati risiko eskternal terhadap kondisi ekonomi Indonesia, yang akan berpengaruh pada arah kebijakan BI ke depan. Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung di Jakarta, Sabtu (22/2).


Beberapa risiko tersebut yang pertama adalah normalisasi kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed. Menurut Juda, kebijakan yang diambil AS akan berpengaruh terhadap capital inflow (aliran modal masuk) ke Indonesia, meskipun saat ini kebijakan The Fed dinilai masih moderat. Seperti diketahui, membaiknya perekonomian AS akan menyebabkan terjadinya capital outflow di Indonesia, demikian pula sebaliknya. “FOMC (Federal Open Market Committee) me-refresh suku bungan acuan dari 1 persen menjadi 0,75 persen pada 2015 dan 1,75 persen di 2016. Hal ini menandakan perekonomian AS masih tidak terlalu kuat,” tuturnya.


Kedua,  yang menjadi perhatian utama BI adalah kondisi China. Seperti diketahui, China menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 hingga 7,5 persen pada tahun ini. Namun, di sisi lain China memiliki permasalah di sektor kredit, seperti shadow banking dan pertumbuhan kredit yang terlalu tinggi. “Ini membuat labil Pemerintah China, apakah akan mencapai target pertumbuhan atau memperbaiki yang lain. Padahal kodisi ekonomi China sangat sensitif terhadap kinerja ekspor Indonesia,” tuturnya.


Selain itu, kondisi negara berkembang lainnya, menurut Juda, juga akan mempengaruhi pergerakan ekonomi Indonesia. “Tiga risiko ini menjadi pertimbangan BI untuk mempertahankan BI rate bulan ini, tapi kita tetap memperhatikan kondisi ekonomi baik global maupun domestik,” ujarnya.(ans)